"Grrrr" hp ku bergetar, ada sebuah pesan masuk. "Nom, nanti langsung ke bioskop yah, aku udah beliin tiket buat kamu nih!"
Ya, hari ini aku memang sudah ada janji dengan Nesya untuk menemaninya nonton film kesukaannya, the sequal of hunger games a.k.a catching fire. Mungkin aku akan telat 30 menit, lebih sepertinya. Aku baru saja terbangun dari hibernasi-wannabe ku itu. Sesegera mungkin aku bergegas, dan dengan-outfit seadanya, aku pun mengendarai volkswagen biru ku menuju tempat neisya sekarang.
"Ca! Eca!" Begitulah panggilan kesayangan ku untuk neisya. "Hai nom! Nih tiketnya. Kita langsung masuk aja yuk. apa mau beli popcorn dulu?" "Ayuuuk kita beli popcorn dulu" kataku sambil menarik tangan neisya menuju kantin-bioskop.
"Mau pesen apa de?" Tanya pelayan itu. "Saya mau pop corn caramel-nya satu ya mbak, sama greentea nya satu." "Saya nachos + greentea ya mba" tambah neisya. "Mau ukuran apa de?" "Medium aja deh mba, samain dua-duanya." Timpal ku.
"Here we go! Catching fireee!" Teriak neisya dengan girang sesaat setelah kami masuk dan film dimulai.
Selama pemutaran film, neisya menonton dengan sangat serius, seakan tak berkedip. Aku pun tak bisa mengganggunya, dan yaa, aku hanya terdiam sambil menikmati popcorn ku itu.
Kurang lebih 2 jam lamanya film itu tayang, waktu yang cukup lama sampai aku selapar ini. "Caaa ecaaaa makan yuuuk aku laper parah nih" rengek ku. "Iyaa nom, sebentar yaa, aku mau foto sama standing character peeta mellark." Pinta neisya.
"Huuuf yaudaah deh"
"Ehh fotoin aku yaaa nih nom hp aku"
"Iya iya. 1, 2, 3 cheese!"
"Timakaasii nomnom kuuu sayaang" kata neisya mengeluarkan wajah sok imutnya.
"Iyaaa Eca yang ngaku jadi pacarnya peeta mellark, udaah yuk aku laper banget nihh" jawabku dengan ekspresi bete.
"Yuuuk yuuuuk nomm, kita mau makan apaa nih?"
"Makan sushi ajaa yuk caa, udah lama nih kita ga makan sushi"
"Ayuuk cuuuss"
Dan yaa, kita berdua memutuskan untuk makan sushi disalah satu restoran terkenal di mall ini.
"Nom nom ituu reza kan?" Tanya Neisya sambil melirik ke arah lelaki itu.
"Heeeh manaa" balas ku yang sedang sibuk membalas chat si-dia.
"iiih ituu nom ituuu, liat dulu kek" neisya memasang muka cemberutnya
"Iyaa iyaa, itu yaa? Reza yang pernah diomongin Alya itu kan?"
"Heeh" balas Neisya singkat.
"Jangan ngambek gitu dong, muka kamu jadi duck-face banget" ledek ku
"Iyaa iyaa huuh."
"Btw Reza itu pernah nyatain ke Alya ya? Apa cuma gosip doang?"
"Pernah deh nom kayaknya, tapi sayang Alya belum sepenuhnya move on."
"Ohh gituuu" kata ku menutup pembicaraan sambil melirik sesekali ke arah-nya.
"Pulang yuk nom, aku mau baca the hunger games nih." Pinta Neisya
"Yaudaah ayuuk Caa, kamu bawa mobil gaa?"
"Engga nom, kemarin mobil ku masuk bengkel, abis nabrak tukang sayur depan rumah heheh" balas eca sambil menyegir kuda.
"Kamuuu yaa emaang. Yaudah, kamu mau aku anter?"
"Aku pulang sendiri aja deh nom, aku duluan yaa, hati-hati my nomnom sayaaang!"
"Iyaa hati-hati jugaa my necyaecaa"
Sungguh lelah hari ini, sengaja tak ku biarkan mata ini memejam hanya untuk menunggu pesan dari dia. Dan apa, sia-sia, dia juga tak akan peduli dengan ku, mungkin sudah menemukan perempuan lain, mungkin.
Lebih baik aku merebahkan diriku saja, dari pada menunggu ia yang tak pasti.
"Selamat malam, mimpi indah lah kau :)" tulis ku untuknya.
Ya, hari ini aku memang sudah ada janji dengan Nesya untuk menemaninya nonton film kesukaannya, the sequal of hunger games a.k.a catching fire. Mungkin aku akan telat 30 menit, lebih sepertinya. Aku baru saja terbangun dari hibernasi-wannabe ku itu. Sesegera mungkin aku bergegas, dan dengan-outfit seadanya, aku pun mengendarai volkswagen biru ku menuju tempat neisya sekarang.
"Ca! Eca!" Begitulah panggilan kesayangan ku untuk neisya. "Hai nom! Nih tiketnya. Kita langsung masuk aja yuk. apa mau beli popcorn dulu?" "Ayuuuk kita beli popcorn dulu" kataku sambil menarik tangan neisya menuju kantin-bioskop.
"Mau pesen apa de?" Tanya pelayan itu. "Saya mau pop corn caramel-nya satu ya mbak, sama greentea nya satu." "Saya nachos + greentea ya mba" tambah neisya. "Mau ukuran apa de?" "Medium aja deh mba, samain dua-duanya." Timpal ku.
"Here we go! Catching fireee!" Teriak neisya dengan girang sesaat setelah kami masuk dan film dimulai.
Selama pemutaran film, neisya menonton dengan sangat serius, seakan tak berkedip. Aku pun tak bisa mengganggunya, dan yaa, aku hanya terdiam sambil menikmati popcorn ku itu.
Kurang lebih 2 jam lamanya film itu tayang, waktu yang cukup lama sampai aku selapar ini. "Caaa ecaaaa makan yuuuk aku laper parah nih" rengek ku. "Iyaa nom, sebentar yaa, aku mau foto sama standing character peeta mellark." Pinta neisya.
"Huuuf yaudaah deh"
"Ehh fotoin aku yaaa nih nom hp aku"
"Iya iya. 1, 2, 3 cheese!"
"Timakaasii nomnom kuuu sayaang" kata neisya mengeluarkan wajah sok imutnya.
"Iyaaa Eca yang ngaku jadi pacarnya peeta mellark, udaah yuk aku laper banget nihh" jawabku dengan ekspresi bete.
"Yuuuk yuuuuk nomm, kita mau makan apaa nih?"
"Makan sushi ajaa yuk caa, udah lama nih kita ga makan sushi"
"Ayuuk cuuuss"
Dan yaa, kita berdua memutuskan untuk makan sushi disalah satu restoran terkenal di mall ini.
"Nom nom ituu reza kan?" Tanya Neisya sambil melirik ke arah lelaki itu.
"Heeeh manaa" balas ku yang sedang sibuk membalas chat si-dia.
"iiih ituu nom ituuu, liat dulu kek" neisya memasang muka cemberutnya
"Iyaa iyaa, itu yaa? Reza yang pernah diomongin Alya itu kan?"
"Heeh" balas Neisya singkat.
"Jangan ngambek gitu dong, muka kamu jadi duck-face banget" ledek ku
"Iyaa iyaa huuh."
"Btw Reza itu pernah nyatain ke Alya ya? Apa cuma gosip doang?"
"Pernah deh nom kayaknya, tapi sayang Alya belum sepenuhnya move on."
"Ohh gituuu" kata ku menutup pembicaraan sambil melirik sesekali ke arah-nya.
"Pulang yuk nom, aku mau baca the hunger games nih." Pinta Neisya
"Yaudaah ayuuk Caa, kamu bawa mobil gaa?"
"Engga nom, kemarin mobil ku masuk bengkel, abis nabrak tukang sayur depan rumah heheh" balas eca sambil menyegir kuda.
"Kamuuu yaa emaang. Yaudah, kamu mau aku anter?"
"Aku pulang sendiri aja deh nom, aku duluan yaa, hati-hati my nomnom sayaaang!"
"Iyaa hati-hati jugaa my necyaecaa"
Sungguh lelah hari ini, sengaja tak ku biarkan mata ini memejam hanya untuk menunggu pesan dari dia. Dan apa, sia-sia, dia juga tak akan peduli dengan ku, mungkin sudah menemukan perempuan lain, mungkin.
Lebih baik aku merebahkan diriku saja, dari pada menunggu ia yang tak pasti.
"Selamat malam, mimpi indah lah kau :)" tulis ku untuknya.