Sabtu, 29 Desember 2018


UAS KOMUNIKASI KESEHATAN
SHAFIRA RAHMANIA
11171010000081/Kelas 3B
Tema: “Komunikasi Kesehatan di Era Digital”
 

Peran Influencer Media Sosial dalam Penyebaran Informasi Kesehatan di Era Digital

Kesehatan merupakan salah satu unsur terpenting yang ada dalam kehidupan manusia. Dengan kondisi kesehatan yang optimal, maka manusia dapat dengan lancar melaksanakan aktivitasnya sehari-hari. Kesehatan sebagaimana yang tertera dalam UU No. 36 Tahun 2009 merupakan kondisi sehat secara fisik, mental, spiritual, ataupun sosial, yang memungkinkan setiap orang untuk hidup secara produktif dan ekonomis. Untuk mencapai kondisi kesehatan tersebut, salah satu hal yang diperlukan adalah informasi mengenai kesehatan. Informasi mengenai kesehatan dapat diperoleh melalui proses komunikasi kesehatan.
Komunikasi kesehatan berasal dari kata komunikasi dan kesehatan. Komunikasi sendiri menurut Barelson dan Stainer (1964) memiliki arti sebagai proses penyampaian informasi atau gagasan melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata, gambar, dan angka. Tak hanya sekedar menyampaikan, proses komunikasi memiliki tujuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Sedangkan, komunikasi kesehatan dinyatakan sebagai sebagai bentuk komunikasi antar manusia yang berfokus pada isu-isu yang berhubungan dengan kesehatan serta upaya untuk memelihara kesehatan (Northouse dalam Notoatmodjo, 2005).
Komunikasi kesehatan memiliki hubungan dengan hampir semua aspek kesehatan, termasuk diantaranya adalah pencegahan penyakit, dan promosi kesehatan. Selain itu, komunikasi kesehatan juga memiliki peran yang penting dalam upaya peningkatan derajat kesehatan manusia. Terdapat setidaknya dua faktor yang dapat menjelaskan mengapa komunikasi kesehatan dibutuhkan untuk mempengaruhi kualitas kesehatan manusia. Pertama, dengan dilakukannya komunikasi kesehatan, dapat memberikan kesadaran pada individu maupun masyarakat tentang isu-isu kesehatan, masalah kesehatan serta solusi kesehatan. Kedua, proses komunikasi kesehatan juga mampu untuk mengubah perilaku kesehatan individu dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan baik untuk diri individu itu sendiri maupun masyarakat disekitarnya.
Seiring dengan berkembangnya zaman, semua aspek dalam kehidupan juga mengalami perubahan. Perubahan ini dapat terjadi berkat kecanggihan teknologi yang melahirkan adanya media digital. Perubahan yang terjadi di era globalisasi seperti sekarang, mengharuskan setiap individu memiliki kemampuan dalam mengakses serta menyebarkan berbagai informasi secara daring, termasuk didalamnya adalah informasi kesehatan.
Informasi kesehatan awalnya hanya dapat disebarkan dan diperoleh melalui tatap muka antar dokter dengan pasien, melalui penyuluhan ke lapangan, atau melalui penyebaran brosur ke masyarakat. Dengan perkembangan yang pesat sebagimana dijelaskan diatas, penyebaran informasi kesehatan menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Informasi kesehatan dapat diakses kapan saja dan dimana saja secara daring dari berbagai situs maupun aplikasi, seperti Google, Facebook, Youtube, Twitter, bahkan Instagram.
Ditengah-tengah berkembangnya media sosial sebagai wadah pertukaran informasi, terdapat sekelompok orang yang kemudian disebut sebagai Influencer. Influencer adalah orang atau pemilik akun media sosial yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain lewat akun media sosial yang mereka miliki. Orang-orang ini biasanya memiliki jumlah pengikut yang sangat banyak di media sosial. Hal tersebut berdampak pada besarnya pengaruh opini atau pikiran yang dapat dibagikan kepada para pengikut akun mereka.
Opini, pikiran, atau pengaruh yang disebarkan oleh para Influencer sangat beragam. Ada Influencer yang memberi pengaruh terkait kuliner, mode pakaian, agama, musik, dan tak ketinggalan gaya hidup sehat. Dari sekian banyak akun media sosial influencer terkait gaya hidup sehat, tiga diantaranya adalah akun youtube milik Yulia Baltschun, akun instagram @atiit milik Astri Puji Lestari, serta halaman web www.erykar.com milik Erikar Lebang.
Yulia Baltschun di akun Youtube miliknya yang telah diikuti oleh lebih dari 500.000 orang sering berbagi mengenai hal-hal yang berbau kesehatan, khususnya pola makan dan aktivitas fisik. Terdapat video tentang menu sarapan sehat, menu makan sehat untuk sehari, sampai perhitungan asupan kalori dalam sehari. Selain itu, juga terdapat video yang membahas bahaya diet ekstrem, kiat-kiat untuk diet sehat, serta berbagai jenis olahraga yang dapat dilakukan untuk membuat kondisi tubuh optimal. Tidak hanya aktif di Youtube, Yulia juga memilih media sosial Instagram untuk berbagi informasi seputar kesehatan.
Influencer gaya hidup sehat lainnya adalah Astri Puji Lestari dengan akun Instagram @atiit yang diikuti oleh lebih dari 31.000 orang. Diketahui dari akun Instagramnya tersebut, Astri merupakan seorang Arsitektur. Ia sering berbagi kiriman mengenai kiat-kilat untuk hidup lebih positif. Mulai dari persiapan makanan sehat dengan cara yang praktis, menu makanan sehat, hingga pengolahan sampah dan pembuatan pupuk kompos.
Selain Yulia dan Astri, Erikar Lebang juga sering berbagi kiriman mengenai gaya hidup sehat di halaman webnya yaitu www.erykar.com. Erikar merupakan seorang influencer gaya hidup sehat, ia pernah mendapat penghargaan sebagai Indonesian Health Netizen Award dari Sari Pati. Di halaman webnya, terdapat banyak kiriman tentang kesehatan seperti mitos dan fakta kesehatan, kelola stress, informasi pengaturan pola makan, serta motivasi untuk mencegah penyakit
Peran dari ketiga Influencer seperti diatas, merupakan contoh dari dampak positif penyebaran informasi melalui media sosial. Terlebih lagi, informasi yang diberikan kemungkinan besar dapat memengaruhi orang yang mengikutinya. Namun, masih ada pula Influencer yang memanfaatkan kepopulerannya untuk mengambil keuntungan pribadi secara tidak bertanggung jawab. Misalnya memasarkan obat atau suplemen dengan melebih-lebihkan manfaatnya dan tidak menyertakan efek samping dari produk tersebut. Oleh karena itu, meskipun banyak hal-hal positif yang dapat diperoleh dari Influencer, pembaca harus tetap bersikap selektif agar informasi yang didapatkan merupakan informasi yang benar dan bermanfaat.



DAFTAR PUSTAKA
Badr, Elsheikh. 2009. Public Health Communication: Some Lessons for Effectiveness. Sudanese Journal of Public Health 4(3): 312-313. Diakses dari http://applications.emro.who.int/imemrf/Sudan_J_Public_Health/Sudan_J_Public_Health_2009_4_3_313.pdf tanggal 29 Desember 2018 pukul 08.00 WIB.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Promosi Kesehatan: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Prasanti, Ditha. 2017. Potret Media Informasi Kesehatan bagi Masyarakat Urban di Era Digital. Jurnal IPTEK-KOM 19(2): 149-162. Diakses dari https://media.neliti.com/media/publications/228091-potret-media-informasi-kesehatan-bagi-ma-2319a661.pdf tanggal 29 Desember 2018 pukul 08.10 WIB
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Diakses dari http://binfar.depkes.go.id/dat/lama/1303887905_UU%2036-2009%20Kesehatan.pdf tanggal 29 Desember 2018 pukul 08.08 WIB
https://www.pixlee.com/definitions/definition-social-media-influencer. Diakses tanggal 29 Desember 2018 pukul 08.10 WIB

Rabu, 06 Mei 2015

TEKS ANEKDOT

Well, okaaaay the last, ini teks anekdot. Jenis teks yang satu ini lucu banget parah! dijamin nggak bakal bosen kalo harus baca teks ini berkali kali



Pengertian
Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Anekdot bisa saja sesingkat pengaturan dan provokasi dari sebuah kelakar. Anekdot selalu disajikan berdasarkan pada kejadian nyata melibatkan orang-orang yang sebenarnya, apakah terkenal atau tidak, biasanya di suatu tempat yang dapat diidentifikasi. Namun, seiring waktu, modifikasi pada saat penceritaan kembali dapat mengubah sebuah anekdot tertentu menjadi sebuah fiksi, sesuatu yang diceritakan kembali tapi "terlalu bagus untuk nyata". Terkadang menghibur, anekdot bukanlah lelucon, karena tujuan utamanya adalah tidak hanya untuk membangkitkan tawa, tetapi untuk mengungkapkan suatu kebenaran yang lebih umum daripada kisah singkat itu sendiri
Struktur
  1. Abstraksi, adalah bagian awal paragraf yang berfungsi memberikan gambaran tentang isi teks. Biasanya menunjukkan hak yang unik
  2. Orientasi, adalah bagian yang menunjukkan awal cerita atau latar belakang peristiwa itu terjadi
  3. Krisis, adalah bagian dimana hal yang menarik ataupun hal yang tidak biasa terjadi pada tokoh cerita
  4. Reaksi, adalah bagian bagaimana cara penulis atau tokoh cerita menyelesaikan masalah pada bagian krisis
  5. Koda, adalah bagian dari akhir cerita. Bagian ini dapat berisi kesimpilan mengenai kejadian yang terjadi pada tokoh cerita

Ciri Umum
1.      Lucu
2.      Sindiran
3.      Kritikan
4.      Realita hidup
5.      Singkat
6.      Objek permasalahan
7.      Tujuan tertentu
8.      Tokoh factual
9.      Alur/plot
10.  Latar waktu, tempat, suasana
Ciri Kebahasaan
1.      Bahasa sehari-hari
2.      Sudut pandang orang ke 3
3.      Ada kata kerja aksi
4.      Kalimat retoris
5.      Konjungsi
6.      Majas metafora
7.      Menggunakan antonim
8.      Menggunakan kata seru


Contoh teks anekdot:
Disiang hari yang panas, ada seorang pria datang kerumah sakit dengan kedua telinganya yang terkena luka bakar, Dokter : “Kenapa telinga anda” Pasien : “Begini dok, tadi saya sedang menyetrika pakaian saya, nah waktu saya sedang menyetrika, tiba-tiba telepon bordering, karena reflek, seketika itu seketrika yang saya pegang saya tempelkan ditelinga kanan saya dok.”  Dokter: “ Ooo.. saya paham keluhan anda, terus telinga yang satunya lagi kenapa ? Pasien : “ Lah itu dok si bego itu nelpon lagi“

TEKS EKSPOSISI



Yap ini diaa yang selanjutnya, teks eksposisi yuhuuu    
 
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pengertian    
Teks eksposisi adalah paragraf atau karangan yang terkandung sejumlah informasi dan pengetahuan yang disajikan secara singkat, padat, dan akurat. Paragraf eksposisi ini bersifat Ilmiah atau dapat dikatakan non fiksi. Tujuannya, pembaca mendapat pengetahuan atau informasi yang sejelas – jelasnya. Contoh-contoh teks eksposisi dapat dilihat berita-berita atau Koran.
Struktur Teks Eksposisi
1.      Tesis
Tesis adalah bagian yang berisi sudut pandang penulis terhadap permasalahan yang diangkat. Istilah ini mengacu ke suatu bentuk pernyataan atau bisa juga sebuah teori yang nantinya akan diperkuat oleh argumen. Dalam teks eksposisi, bagian ini merupakan bagian  penting yang muncul di awal teks walau ada kemungkinan dapat diletakkan  kembali pada bagian akhir (penegasan ulang).

Contoh tesis teks eksposisi:
Kopi dapat membantu menjaga kesehatan mulut dan gigi.

2.      Argumentasi Argumentasi adalah bentuk alasan atau bukti yang digunakan untuk  memperkuat pernyataan dalam tesis walaupun dalam pengertian yang umum,argumentasi juga dapat digunakan untuk menolak suatu pendapat. Argumentasi dapat berupa pernyataan umum (generalisasi) atau dapat juga berupa data hasil temuan penelitian,  pernyataan para ahli atau fakta-fakta yang didasari atas referensi yang dapat dipercaya.

Contoh argumentasi:
 a. Kopi ternyata mengandung senyawa yang bersifat antibakteri sehingga dapat membunuh bakteri yang  bersarang dalam mulut.
b. Kopi juga mengandung zat trigonelline yang mencegah gigi berlubang.

 
3.      Penegasan Ulang/Simpulan
Ini adalah bagian terakhir dari struktur teks eksposisi. Bagian ini mengandung pernyataansimpulan yang menegaskan kembali tesis yang telah dikemukakan di awal teks dan  dibuktikan atau diperkuat oleh unsur argumen pada poin kedua.

Contoh penegasan ulang:
Kopi yang mengandung senyawa antibakteri terbukti dapat menjaga kesehatan mulut daribakteri dan mampu  mencegah gigi berlubang karena mengandung zat trigonelline.
Ciri Umum

1.      5W1H
2.      Bersifat ilmiah
3.      Berdasar fakta
4.      Bersifat informative
5.      Sebagai alat kontribusi
6.      Sebagai alat konkritasi
7.      Tidak mempengaruhi
8.      Netral
9.      Lugas
10.  Bahasa baku

Ciri Kebahasaan
1.      Pronomina (kata ganti)
·         Kita, kami, saya
2.      Konjungsi (kata hubung)
·         Kemudian, lanjut
3.      Argumentasi satu sisi
·         Yaitu tulisan yang meyakinkan dari sisi penulis
4.      Paragraf deduktif, induktif, dan campuran
5.      Kata/kalimat yang menunjukkan sikap penulis terhadap apa yang dijelaskan
6.      Kata kerja
Langkah Penulisan
  1. Menentukan tema
  2. Menentukan tujuan karangan
  3. Memilih data yang sesuai dengan tema
  4. Membuat kerangka karangan
  5. Mengembangkan kerangka menjadi karangan
Jenis Teks Eksposisi
1.      Eksposisi definisi
·         Memaparkan pengertian sesuatu dengan memfokuskan pada karakteristiknya
Contoh :
Brokoli (Brassica oleracea ) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan. Brokoli mengandung vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak. Brokoli juga mengandung senyawa glukorafanin yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane). Selain itu, brokoli mengandung senyawaan isotiosianat yang ditengarai memiliki aktivitas antikanker. Namun, meskipun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, manfaat brokoli untuk kecantikan memang belum begitu dikenal masyarakat luas.
2.      Eksposisi berita
·         Berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian atau peristiwa. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar. Ciri khususnya adanya unsur 5W+1H.
Contoh :
Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram di Sukoharjo sejak beberapa hari terakhir meresahkan masyarakat. Pantauan di sejumlah pedagang di Sukoharjo didapati tumpukan gas elpiji 3 kilogram dalam keadaan kosong. Mereka mengaku belum mendapatkan kiriman sejak dua hingga tiga hari yang lalu.  “Stok kosong, semua ada 15 tabung belum dapat kiriman dari pangkalan. Akibatnya tidak bisa memenuhi kebutuhan pelanggan,” ujar Agus Gunawan salah satu pedagang gas elpiji asal Sukoharjo Kota, Kamis (18/09/2014).
3.      Eksposisi ilustrasi
·         Pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide.
Contoh :
Saat ini politik di Indonesia sedang mendominasi wacana di media. Layaknya gula yang sedang dikelilingi semut. Media selalu memberitakan kondisi politik di Indonesia dengan gamblang. Media memberitakan kondisi elit politik di Indonesia yang saling memperebutkan kekuasaan.
4.      Eksposisi proses
·         Sering ditemukan dalam buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau langkah-langkah tertentu.
Contoh :
Manfaat wortel untuk wajah di antaranya bisa digunakan sebagai masker yang berfungsi untuk mencerahkan kulit wajah, tidak banyak yang tahu. Cara membuat masker ini dengan memblender atau memarut sampai lembut. Tuangkan parutan wortel dalam cawan dan tambahkan madu 1 sendok makan dan aduk hingga merata. Sebelum mengoleskan pada wajah, sebaiknya bilas wajah terlebih dahulu dan oleskan merata ke seluruh permukaan wajah 15 hingga 30 menit. Setelah itu, bilas wajah dengan air yang hangat, lalu bilas dengan air dingin. Lakukan perawatan wajah ini rutin agar mendapatkan manfaat wortel secara optimal yakni mencerahkan wajah sekaligus mengurangi flek dan kerutan.
5.      Eksposisi analisis
·         Proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa subbagian, kemudian masing-masing dikembangkan secara berurutan.
Contoh :
Masangin merupakan permainan yang melegenda di Alun-Alun Selatan, Yogyakarta. Permainan tersebut dilakukan dengan melewati dua buah pohon beringin kembar dengan mata yang ditutup kain hitam. Mitos yang berkembang di masyarakat, jika seseorang mampu melintasi kedua pohon beringin dengan mata tertutup, maka setiap keinginan yang kita niatkan sebelum permainan akan dikabulkan. Konon, yang bisa melintas hanyalah orang yang memiliki kebersihan hati. Jika hati bersih, maka pemain akan mulus melintasi dua pohon tanpa hambatan. Begitu juga sebaliknya, jika hati tidak bersih, maka pemain akan berputar-putar atau miring ke kanan dan ke kiri beringin. Namun di balik mitos itu, masangin dapat dipandang dari segi ilmu pengetahuan dan kesehatan. Dari segi ilmu pengetahuan dapat dikemukakan bahwa peristiwa berbeloknya arah pemain diakibatkan karena kecepatan arah angin, sedangkan dari segi kesehatan karena adanya potensi vertigo pada setiap orang.
6.      Eksposisi klasifikasi
·         Membagi sesuatu dan mengelompokkannya ke dalam kategori-kategori. (Ada verba penggolongan : digolongkan, diklasifikasikan, terdiri dari, meliputi, dibagi )
Contoh :
Yogyakarta memiliki banyak objek dan daya tarik wisata. Bentuk wisata di DIY meliputi wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition), wisata budaya, wisata alam, wisata minat khusus, wisata edukasi dengan berbagai fasilitasnya, seperti resort, hotel, dan restoran. Keanekaragaman budaya serta keramahtamahan masyarakat, membuat DIY mampu menciptakan produk-produk budaya dan pariwisata yang menjanjikan.
7.      Eksposisi perbandingan
·         Menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain. (mencari persamaan dan perbedaan)
Contoh :
Olahraga Jogging merupakan salah satu jenis olahraga murah, aman, dan bisa dilakukan di mana saja. Jogging dapat dilakukan di lingkungan sekitar rumah, taman, pantai ataupun pegunungan dan memiliki banyak manfaat. Berbeda dengan olahraga diving, tak hanya mahal tetapi olahraga ini hanya dapat dilakukan  di laut. Selain membutuhkan peralatan yang cukup lengkap, diving juga olahraga yang cukup berisiko. Saat ini, keduanya sama-sama digemari oleh remaja.
8.      Eksposisi pertentangan
·         Berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Frase penghubung yang digunakan adalah "akan tetapi", "meskipun begitu", "sebaliknya".
Contoh :
Masyarakat di daerah perkotaan terbiasa dengan kehidupan yang serba modern. Alat komunikasi, transportasi, dan teknologi informasi yang canggih menyebabkan mereka cenderung malas dan kurang bersosialisasi.  Sebaliknya, masyarakat pedesaan terpencil terbiasa dengan kehidupan yang sederhana. Mereka menggunakan peralatan, transportasi, dan teknologi yang masih tradisional. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghalangi mereka untuk bersosialisasi antarmasyarakat.