Rabu, 06 Mei 2015

TEKS EKSPOSISI



Yap ini diaa yang selanjutnya, teks eksposisi yuhuuu    
 
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pengertian    
Teks eksposisi adalah paragraf atau karangan yang terkandung sejumlah informasi dan pengetahuan yang disajikan secara singkat, padat, dan akurat. Paragraf eksposisi ini bersifat Ilmiah atau dapat dikatakan non fiksi. Tujuannya, pembaca mendapat pengetahuan atau informasi yang sejelas – jelasnya. Contoh-contoh teks eksposisi dapat dilihat berita-berita atau Koran.
Struktur Teks Eksposisi
1.      Tesis
Tesis adalah bagian yang berisi sudut pandang penulis terhadap permasalahan yang diangkat. Istilah ini mengacu ke suatu bentuk pernyataan atau bisa juga sebuah teori yang nantinya akan diperkuat oleh argumen. Dalam teks eksposisi, bagian ini merupakan bagian  penting yang muncul di awal teks walau ada kemungkinan dapat diletakkan  kembali pada bagian akhir (penegasan ulang).

Contoh tesis teks eksposisi:
Kopi dapat membantu menjaga kesehatan mulut dan gigi.

2.      Argumentasi Argumentasi adalah bentuk alasan atau bukti yang digunakan untuk  memperkuat pernyataan dalam tesis walaupun dalam pengertian yang umum,argumentasi juga dapat digunakan untuk menolak suatu pendapat. Argumentasi dapat berupa pernyataan umum (generalisasi) atau dapat juga berupa data hasil temuan penelitian,  pernyataan para ahli atau fakta-fakta yang didasari atas referensi yang dapat dipercaya.

Contoh argumentasi:
 a. Kopi ternyata mengandung senyawa yang bersifat antibakteri sehingga dapat membunuh bakteri yang  bersarang dalam mulut.
b. Kopi juga mengandung zat trigonelline yang mencegah gigi berlubang.

 
3.      Penegasan Ulang/Simpulan
Ini adalah bagian terakhir dari struktur teks eksposisi. Bagian ini mengandung pernyataansimpulan yang menegaskan kembali tesis yang telah dikemukakan di awal teks dan  dibuktikan atau diperkuat oleh unsur argumen pada poin kedua.

Contoh penegasan ulang:
Kopi yang mengandung senyawa antibakteri terbukti dapat menjaga kesehatan mulut daribakteri dan mampu  mencegah gigi berlubang karena mengandung zat trigonelline.
Ciri Umum

1.      5W1H
2.      Bersifat ilmiah
3.      Berdasar fakta
4.      Bersifat informative
5.      Sebagai alat kontribusi
6.      Sebagai alat konkritasi
7.      Tidak mempengaruhi
8.      Netral
9.      Lugas
10.  Bahasa baku

Ciri Kebahasaan
1.      Pronomina (kata ganti)
·         Kita, kami, saya
2.      Konjungsi (kata hubung)
·         Kemudian, lanjut
3.      Argumentasi satu sisi
·         Yaitu tulisan yang meyakinkan dari sisi penulis
4.      Paragraf deduktif, induktif, dan campuran
5.      Kata/kalimat yang menunjukkan sikap penulis terhadap apa yang dijelaskan
6.      Kata kerja
Langkah Penulisan
  1. Menentukan tema
  2. Menentukan tujuan karangan
  3. Memilih data yang sesuai dengan tema
  4. Membuat kerangka karangan
  5. Mengembangkan kerangka menjadi karangan
Jenis Teks Eksposisi
1.      Eksposisi definisi
·         Memaparkan pengertian sesuatu dengan memfokuskan pada karakteristiknya
Contoh :
Brokoli (Brassica oleracea ) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan. Brokoli mengandung vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak. Brokoli juga mengandung senyawa glukorafanin yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane). Selain itu, brokoli mengandung senyawaan isotiosianat yang ditengarai memiliki aktivitas antikanker. Namun, meskipun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, manfaat brokoli untuk kecantikan memang belum begitu dikenal masyarakat luas.
2.      Eksposisi berita
·         Berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian atau peristiwa. Jenis ini banyak ditemukan pada surat kabar. Ciri khususnya adanya unsur 5W+1H.
Contoh :
Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram di Sukoharjo sejak beberapa hari terakhir meresahkan masyarakat. Pantauan di sejumlah pedagang di Sukoharjo didapati tumpukan gas elpiji 3 kilogram dalam keadaan kosong. Mereka mengaku belum mendapatkan kiriman sejak dua hingga tiga hari yang lalu.  “Stok kosong, semua ada 15 tabung belum dapat kiriman dari pangkalan. Akibatnya tidak bisa memenuhi kebutuhan pelanggan,” ujar Agus Gunawan salah satu pedagang gas elpiji asal Sukoharjo Kota, Kamis (18/09/2014).
3.      Eksposisi ilustrasi
·         Pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide.
Contoh :
Saat ini politik di Indonesia sedang mendominasi wacana di media. Layaknya gula yang sedang dikelilingi semut. Media selalu memberitakan kondisi politik di Indonesia dengan gamblang. Media memberitakan kondisi elit politik di Indonesia yang saling memperebutkan kekuasaan.
4.      Eksposisi proses
·         Sering ditemukan dalam buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau langkah-langkah tertentu.
Contoh :
Manfaat wortel untuk wajah di antaranya bisa digunakan sebagai masker yang berfungsi untuk mencerahkan kulit wajah, tidak banyak yang tahu. Cara membuat masker ini dengan memblender atau memarut sampai lembut. Tuangkan parutan wortel dalam cawan dan tambahkan madu 1 sendok makan dan aduk hingga merata. Sebelum mengoleskan pada wajah, sebaiknya bilas wajah terlebih dahulu dan oleskan merata ke seluruh permukaan wajah 15 hingga 30 menit. Setelah itu, bilas wajah dengan air yang hangat, lalu bilas dengan air dingin. Lakukan perawatan wajah ini rutin agar mendapatkan manfaat wortel secara optimal yakni mencerahkan wajah sekaligus mengurangi flek dan kerutan.
5.      Eksposisi analisis
·         Proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa subbagian, kemudian masing-masing dikembangkan secara berurutan.
Contoh :
Masangin merupakan permainan yang melegenda di Alun-Alun Selatan, Yogyakarta. Permainan tersebut dilakukan dengan melewati dua buah pohon beringin kembar dengan mata yang ditutup kain hitam. Mitos yang berkembang di masyarakat, jika seseorang mampu melintasi kedua pohon beringin dengan mata tertutup, maka setiap keinginan yang kita niatkan sebelum permainan akan dikabulkan. Konon, yang bisa melintas hanyalah orang yang memiliki kebersihan hati. Jika hati bersih, maka pemain akan mulus melintasi dua pohon tanpa hambatan. Begitu juga sebaliknya, jika hati tidak bersih, maka pemain akan berputar-putar atau miring ke kanan dan ke kiri beringin. Namun di balik mitos itu, masangin dapat dipandang dari segi ilmu pengetahuan dan kesehatan. Dari segi ilmu pengetahuan dapat dikemukakan bahwa peristiwa berbeloknya arah pemain diakibatkan karena kecepatan arah angin, sedangkan dari segi kesehatan karena adanya potensi vertigo pada setiap orang.
6.      Eksposisi klasifikasi
·         Membagi sesuatu dan mengelompokkannya ke dalam kategori-kategori. (Ada verba penggolongan : digolongkan, diklasifikasikan, terdiri dari, meliputi, dibagi )
Contoh :
Yogyakarta memiliki banyak objek dan daya tarik wisata. Bentuk wisata di DIY meliputi wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition), wisata budaya, wisata alam, wisata minat khusus, wisata edukasi dengan berbagai fasilitasnya, seperti resort, hotel, dan restoran. Keanekaragaman budaya serta keramahtamahan masyarakat, membuat DIY mampu menciptakan produk-produk budaya dan pariwisata yang menjanjikan.
7.      Eksposisi perbandingan
·         Menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain. (mencari persamaan dan perbedaan)
Contoh :
Olahraga Jogging merupakan salah satu jenis olahraga murah, aman, dan bisa dilakukan di mana saja. Jogging dapat dilakukan di lingkungan sekitar rumah, taman, pantai ataupun pegunungan dan memiliki banyak manfaat. Berbeda dengan olahraga diving, tak hanya mahal tetapi olahraga ini hanya dapat dilakukan  di laut. Selain membutuhkan peralatan yang cukup lengkap, diving juga olahraga yang cukup berisiko. Saat ini, keduanya sama-sama digemari oleh remaja.
8.      Eksposisi pertentangan
·         Berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Frase penghubung yang digunakan adalah "akan tetapi", "meskipun begitu", "sebaliknya".
Contoh :
Masyarakat di daerah perkotaan terbiasa dengan kehidupan yang serba modern. Alat komunikasi, transportasi, dan teknologi informasi yang canggih menyebabkan mereka cenderung malas dan kurang bersosialisasi.  Sebaliknya, masyarakat pedesaan terpencil terbiasa dengan kehidupan yang sederhana. Mereka menggunakan peralatan, transportasi, dan teknologi yang masih tradisional. Namun, keterbatasan tersebut tidak menghalangi mereka untuk bersosialisasi antarmasyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar