UAS KOMUNIKASI KESEHATAN
SHAFIRA RAHMANIA
11171010000081/Kelas
3B
Tema: “Komunikasi Kesehatan di Era
Digital”
Peran Influencer Media Sosial dalam Penyebaran Informasi Kesehatan di Era
Digital
Kesehatan
merupakan salah satu unsur terpenting yang ada dalam kehidupan manusia. Dengan kondisi
kesehatan yang optimal, maka manusia dapat dengan lancar melaksanakan
aktivitasnya sehari-hari. Kesehatan sebagaimana yang tertera dalam UU No. 36
Tahun 2009 merupakan kondisi sehat secara fisik, mental, spiritual, ataupun
sosial, yang memungkinkan setiap orang untuk hidup secara produktif dan
ekonomis. Untuk mencapai kondisi kesehatan tersebut, salah satu hal yang
diperlukan adalah informasi mengenai kesehatan. Informasi mengenai kesehatan dapat
diperoleh melalui proses komunikasi kesehatan.
Komunikasi
kesehatan berasal dari kata komunikasi dan kesehatan. Komunikasi sendiri menurut
Barelson dan Stainer (1964) memiliki arti sebagai proses penyampaian informasi
atau gagasan melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata, gambar, dan angka.
Tak hanya sekedar menyampaikan, proses komunikasi memiliki tujuan untuk
mempengaruhi perilaku orang lain. Sedangkan, komunikasi kesehatan dinyatakan
sebagai sebagai bentuk komunikasi antar manusia yang berfokus pada isu-isu yang
berhubungan dengan kesehatan serta upaya untuk memelihara kesehatan (Northouse
dalam Notoatmodjo, 2005).
Komunikasi
kesehatan memiliki hubungan dengan hampir semua aspek kesehatan, termasuk diantaranya
adalah pencegahan penyakit, dan promosi kesehatan. Selain itu, komunikasi
kesehatan juga memiliki peran yang penting dalam upaya peningkatan derajat
kesehatan manusia. Terdapat setidaknya dua faktor yang dapat menjelaskan
mengapa komunikasi kesehatan dibutuhkan untuk mempengaruhi kualitas kesehatan
manusia. Pertama, dengan dilakukannya komunikasi kesehatan, dapat memberikan
kesadaran pada individu maupun masyarakat tentang isu-isu kesehatan, masalah
kesehatan serta solusi kesehatan. Kedua, proses komunikasi kesehatan juga mampu
untuk mengubah perilaku kesehatan individu dalam rangka meningkatkan kualitas
kesehatan baik untuk diri individu itu sendiri maupun masyarakat disekitarnya.
Seiring
dengan berkembangnya zaman, semua aspek dalam kehidupan juga mengalami perubahan.
Perubahan ini dapat terjadi berkat kecanggihan teknologi yang melahirkan adanya
media digital. Perubahan yang terjadi di era globalisasi seperti sekarang, mengharuskan
setiap individu memiliki kemampuan dalam mengakses serta menyebarkan berbagai
informasi secara daring, termasuk didalamnya adalah informasi kesehatan.
Informasi
kesehatan awalnya hanya dapat disebarkan dan diperoleh melalui tatap muka antar
dokter dengan pasien, melalui penyuluhan ke lapangan, atau melalui penyebaran
brosur ke masyarakat. Dengan perkembangan yang pesat sebagimana dijelaskan
diatas, penyebaran informasi kesehatan menjadi lebih mudah dan lebih cepat.
Informasi kesehatan dapat diakses kapan saja dan dimana saja secara daring dari
berbagai situs maupun aplikasi, seperti Google,
Facebook, Youtube, Twitter,
bahkan Instagram.
Ditengah-tengah
berkembangnya media sosial sebagai wadah pertukaran informasi, terdapat
sekelompok orang yang kemudian disebut sebagai Influencer. Influencer adalah orang
atau pemilik akun media sosial yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi
orang lain lewat akun media sosial yang mereka miliki. Orang-orang ini
biasanya memiliki jumlah pengikut yang sangat banyak di media sosial. Hal tersebut
berdampak pada besarnya pengaruh opini atau pikiran yang dapat dibagikan kepada
para pengikut akun mereka.
Opini, pikiran, atau pengaruh yang disebarkan oleh para
Influencer sangat beragam. Ada Influencer
yang memberi pengaruh terkait kuliner, mode pakaian, agama, musik, dan tak
ketinggalan gaya hidup sehat. Dari sekian banyak akun media sosial influencer terkait gaya hidup sehat, tiga
diantaranya adalah akun youtube milik
Yulia Baltschun, akun instagram @atiit
milik Astri Puji Lestari, serta halaman web
www.erykar.com milik Erikar Lebang.
Yulia Baltschun di akun Youtube
miliknya yang telah diikuti oleh lebih dari 500.000 orang sering berbagi
mengenai hal-hal yang berbau kesehatan, khususnya pola makan dan aktivitas
fisik. Terdapat video tentang menu sarapan sehat, menu makan sehat untuk
sehari, sampai perhitungan asupan kalori dalam sehari. Selain itu, juga
terdapat video yang membahas bahaya diet ekstrem, kiat-kiat untuk diet sehat,
serta berbagai jenis olahraga yang dapat dilakukan untuk membuat kondisi tubuh
optimal. Tidak hanya aktif di Youtube,
Yulia juga memilih media sosial Instagram
untuk berbagi informasi seputar kesehatan.
Influencer gaya hidup sehat lainnya adalah Astri Puji Lestari dengan akun
Instagram @atiit yang diikuti oleh
lebih dari 31.000 orang. Diketahui dari akun Instagramnya tersebut, Astri merupakan seorang Arsitektur. Ia
sering berbagi kiriman mengenai kiat-kilat untuk hidup lebih positif. Mulai
dari persiapan makanan sehat dengan cara yang praktis, menu makanan sehat,
hingga pengolahan sampah dan pembuatan pupuk kompos.
Selain Yulia dan Astri, Erikar Lebang juga sering berbagi
kiriman mengenai gaya hidup sehat di halaman webnya yaitu www.erykar.com.
Erikar merupakan seorang influencer
gaya hidup sehat, ia pernah mendapat penghargaan sebagai Indonesian Health Netizen Award dari Sari Pati. Di halaman webnya, terdapat banyak kiriman tentang
kesehatan seperti mitos dan fakta kesehatan, kelola stress, informasi
pengaturan pola makan, serta motivasi untuk mencegah penyakit
Peran dari ketiga Influencer
seperti diatas, merupakan contoh dari dampak positif penyebaran informasi
melalui media sosial. Terlebih lagi, informasi yang diberikan kemungkinan besar
dapat memengaruhi orang yang mengikutinya. Namun, masih ada pula Influencer yang memanfaatkan
kepopulerannya untuk mengambil keuntungan pribadi secara tidak bertanggung
jawab. Misalnya memasarkan obat atau suplemen dengan melebih-lebihkan
manfaatnya dan tidak menyertakan efek samping dari produk tersebut. Oleh karena
itu, meskipun banyak hal-hal positif yang dapat diperoleh dari Influencer, pembaca harus tetap bersikap
selektif agar informasi yang didapatkan merupakan informasi yang benar dan
bermanfaat.
DAFTAR PUSTAKA
Badr, Elsheikh. 2009. Public Health Communication: Some Lessons
for Effectiveness. Sudanese Journal of Public Health 4(3): 312-313. Diakses
dari http://applications.emro.who.int/imemrf/Sudan_J_Public_Health/Sudan_J_Public_Health_2009_4_3_313.pdf
tanggal 29 Desember 2018 pukul 08.00 WIB.
Notoatmodjo,
Soekidjo. 2005. Promosi Kesehatan: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka
Cipta.
Prasanti, Ditha. 2017. Potret Media Informasi Kesehatan bagi
Masyarakat Urban di Era Digital. Jurnal IPTEK-KOM 19(2): 149-162. Diakses
dari https://media.neliti.com/media/publications/228091-potret-media-informasi-kesehatan-bagi-ma-2319a661.pdf
tanggal 29 Desember 2018 pukul 08.10 WIB
Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Diakses dari http://binfar.depkes.go.id/dat/lama/1303887905_UU%2036-2009%20Kesehatan.pdf
tanggal 29 Desember 2018 pukul 08.08 WIB
https://www.pixlee.com/definitions/definition-social-media-influencer.
Diakses tanggal 29 Desember 2018 pukul 08.10 WIB