Selasa, 05 Mei 2015

TEKS PROSEDUR KOMPLEKS

Teks prosedur kompleks mempunyai kesamaan dengan teks prosedur, yakni teks yang berisi panduan langkah-langkah dalam melakukan sesuatu, hanya saja bersifat lebih kompleks. Kompleks di sini berarti teks tersebut memberikan panduan langkah-langkah yang lebih rinci dan jelas sehingga kemungkinan kecil masyarakat pembaca untuk salah dalam melakukan sesuatu sesuai panduan. Hal inilah yang membedakan teks prosedur yang kompleks dengan teks prosedur biasa. Akibatnya, teks prosedur kompleks dalam menerangkan setiap panduan langkah-langkah dijabarkan dalam bentuk paragraf dan tidak hanya sebatas poin-poin penting saja seperti pada teks prosedur.
Struktur teks prosedur kompleks:
1.      Judul
2.      Tujuan
3.      Langkah
4.      Sublangkah

Ciri umum:
1.      Terdiri dari banyak langkah
2.      Berdasar fakta
3.      Bersifat informative
4.      Terdapat tujuan
5.      Bersifat objektif dan tidak memihak
6.      Universal
7.      Actual
8.      Akurat
9.      Logis
10.  Urutan sistematis

Ciri Kebahasaan:
1.      Ada partisipan manusia
2.      Verba material & tingkah laku
3.      Konjungsi Temporal (urutan waktu)
4.      Kata baku
5.      Kalimat imperative, deklaratif, dan interogatif
6.      Pronominal manusia
7.      Konjungsi syarat: jika, apabilla, seandainya
8.      Antonim
Keterangan:
Verba material: verba yang mengacu pada tindakan fisik
Verba tingkah laku: Verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan dalam ungkapan verbal

Menerapkan Kalimat Perintah dalam Teks Prosedur
Teks prosedur itu ternyata banyak mengandung perintah. Kalimat yang mengandung perintah disebut kalimat imperative. Menurut fungsinya, kalimat dapat di klasifikasikan menjadi kalimat imperative, kalimat deklaratif, dan kalimat interogatif.
1.kalimat imperative berfungsi untuk meminta atau melarang seseorang untuk melakukan sesuatu. Berikut ini adalah contoh-contoh kalimat imperatif yang diambil dari teks prosedur “Apa yang harus Anda lakukan jika terkena tilang?”
       ~Kenali si petugas
       ~Pahami kesalahan Anda
       ~Pastikan tuduhan pelanggaran                                
       ~Jangan serahkan kendaraan atau STNK begitu saja
       ~Terima atau tolak tuduhan
2.Kalimat deklaratif adalah kalimat yang berisi pernyataan. Kalimat seperti itu berfungsi untuk memberikan informasi atau berita tentang sesuatu. Apabila contoh-contoh kalimat imperatif di atas diubah menjadi kalimat deklaratif, kalimat-kalimat itu dapat di sajikan sebagai berikut.
       ~Pengendara yang terkena tilang mengenali petugas yang memberikan tilang.
       ~Pengendara memahami kesalahannya.
       ~Pengendara memastikan tuduhan pelanggaran.
       ~Pengendara tidak menyerahkan kendaraan atau STNK begitu saja kepada petugas.
~Pengendara menerima atau menolak tuduhan.
3.Kalimat interogatif adalah kalimat yang berisi pertanyaan. Kalmiat interogatif berfungsi untuk meminta informasi tentang sesuatu. Contoh-cotoh kalmiat interogatif ini diubah dari kalimat-kalimat sebelumnya. Kalimat interogatif dapat dibagi menjadi kalimat interogatif yang menuntut jawaban ya atau tidak dan kalimat interogatif yang menuntut jawaban berupa informasi. Contoh kalimat interogatif yang menuntut jawaban ya atau tidak yaitu:
       ~Apakah Anda mengenali petugas?
       ~Apakah Anda memahami kesalahan Anda?
       ~Dapatkah Anda memastikan tuduhan pelanggaran?
Berikut ini contoh kalimat interogatif yang menuntut jawaban informasi:
       ~Mengapa Anda menyerahkan kendaraan atau STNK begitu saja kepada petugas?
       ~Siapakah yang menerima atau menolak tuduhan?



Contoh teks prosedur kompleks

Membuat Pupuk Kompos Sendiri
Pupuk kompos adalah jenis pupuk alami yang terbuat dari bahan-bahan alami  seperti sampah daun dan juga kotoran hewan. Pupuk kompos akan membuat  tumbuhan bisa tumbuh dengan baik dan tanah pun menjadi gembur. Pupuk  kompos sebenarnya bisa dibuat sendiri dengan alat dan cara yang mudah.
Untuk menghasilkan pupuk kompos buatan sendiri yang baik dan berkualitas  berikut bahan dan langkah pembuatannya.
1. Siapkan bahan dan alat seperti kotoran ternak, jerami yang dicacah, air,  arang sekam, sampah daun, bubuk gergaji, EM4, gula pasir, cangkul, sekop,  karung goni, dan sarung tangan.
2. Siapkan media untuk membuat pupuk yang terlindung dari sinar matahari                                dan hujan.
3. Buatlah larutan dekomposer caranya larutkan gula dengan EM4 di dalam air.
4. Buat lapisan pertama, aduk rata campuran arang sekam dengan kotoran  ternak kemudian ditambahkan dekomposer dan diaduk sampai rata.
5. Buatlah lapisan kedua, taburkan bubuk gergaji, sampah daun, dan  cacahan jerami sampai rata kemudian sirami lagi dengan dekomposer.
6. Tutup rapat bahan tersebut dengan menggunakan karung goni.
7. Lakukan pengadukan bahan sampai merata di hari kedua.
8. Lakukan pemeriksaan setiap pagi dan sore, caranya adalah  dengan memasukan tangan ke dalam adonan pupuk dengan  menggunakan sarung tangan, jika terasa panas dan tangan  tidak bisa menahan rasa panasnya maka adonan pupuk belum siap untuk digunakan.
9. Periksa adonan pupuk di hari keempat (umumnya  sudah siap pakai di hari keempat), bila tangan sudah  bisa menahan rasa panasnya, maka pupuk sudah siap pakai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar